
Mungkin setelah semua perjalanan yang telah kita lalui bersama dengan penuh canda, tawa & kadang juga ada air mata. Mulai saat ini aku yakinkan jika memang kita tidak dapat bersama karena aku begitu hina buatmu. Maka aku putuskan untuk pergi jauh darimu. Aku tak kan pernah lagi hadir dalam hidupmu.
Aku tidak mau hidup dalam bayang-bayang tanpa ada kepastian. Bayangan yang teramat sangat menyakitkan. Trimakasih atas apa yang telah kau ajarkan padaku. Sekarang aku sangat mengerti bahwa kejujuran hanya akan membawa kehancuran. Kejujuran memang tidak diperlukan walaupun itu untuk sendiri. Mulai saat ini aku akan hidup dalam kebohongan. Entah itu sampai kapan akupun tak tau. Mungkin sampai aku mati.
Kamu memang benar bahkan engkaulah mahluk paling benar didunia ini. Tidak ada sedikitpun kesalan yang pernah kau lakukan. Terimakasih karna engkau telah memberi warna dalam hidup orang sepertiku ini.
Aku tau engkau sangat jijik denganku tapi terimakasih karna walau sebentar kau mau hadir dalam hidupku. Semua yang pernah kita lalui akan jadi kenangan dan pelajaran yang tak kan pernah terlupakan.
Engkau memang baik tapi tidak untukku. Kebaikanmu bukan untuk orang sepertiku. Kebaikanmu ketulusanmu hanya untuk orang-orang yang sederajat denganmu. Bisa mengenalmu saja merupakan sebuah keajaiban dalam hidup orang sepertiku. Rasanya seperti mimpi saja, aku bisa mengenalmu. Tak pernah terlintas apalagi terbayang dalam pikiranku, kalau aku akan mengenal orang sepertimu.
Sekali lagi ku ucapkan terimakasih yang terlamat dalam untuk semua suka, cita, harapan walau itu palsu, kenangan, dan luka yang engkau berikan. Aku janji akan kubuat jadi pengalaman berharga dalam hidupku agar aku bisa lebih berhati-hati lagi. Karna sekarang memang banyak orang yang memakai topeng untuk menutupi kesalahan dalam hidupnya sendiri.
Selamat tinggal