Pengembara yang tersesat

Ringin agung

Masih dengan orang yang sama. Dimana aku masih belum tau apakah cerita ini akan berakhir bahagia atau akan berakhir dengan luka. Saat-saat yang paling membingungkan adalah dimana kita harus menentukan apakah harus bertahan atau mundur perlahan… Di saat kita memilih bertahan kita harus merasakan kepedihan yang amat dalam… Dan kita pun tak tau apakah kita nanti akan menang atau pulang dengan kehampaam… Tapi jika kita memilih untuk mundur perlahan kita akan dihantui oleh penyesalan yang teramat dalam… Yang mungkin tidak akan pernah hilang walaun waktu sudah terlewatkan. Ironis memang jika kita memjumpai suatu pilihan yang teramat rumit. Bagaikan memakan buah simalakama. Jika kamu yang menjalankan apa yang akan kamu pilih…??

Berat…. Begitu berat jalan yang harus kulalui. Entah sampai kapan ku bisa bertahan dalam keterpurukan ini. Kadang aku ingin lari. Lari sejauh mungkin agar aku bisa bebas dari semua masalah yang selalu menimpaku. Tapi apa aku bisa…?? Kadang aku berfikir kenapa harus aku kenapa tidak orang lain saja yang mengalaminya… Apakah aku bisa bahagia.. ?? Kalo bisa bagaimana caranya….?? Masalah yang kuhadapi bagaikan duri yang melilit erat tubuhku.